fbpx
FaithCoffee

Suara MAKI

Administrasi Bukan Harga Mati! Nyawa Lebih Berarti

Stop nomorsatukan administrasi! Nomer satu kemanusiaan!

Bagaimana perasaanmu seandainya jadi seorang ibu yang bayinya baru meninggal? Bisakah berpikir? Bagaimana pula perasaan dan pikiran bapak yang baru kehilangan bayinya? Sempatkah berpikir?

Pada tanggal (21/9) di RSUD Abdoel Moeloek, Bandar Lampung, seorang ibu pulang menggendong bayinya naik angkot tanpa mendapatkan fasilitas ambulans yang menjadi haknya. Apakah karena ia pasien BPJS? Pihak RS klarifikasi bukan karena sebab pasien BPJS, melainkan karena bapak bayi tidak bisa melengkapi soal administrasi sebelum naik ke ambulans.

Sumber Gambar: tribun

Administasi Bukan Harga Mati! Nyawa Lebih Berarti

Stop nomorsatukan administrasi! Nomer satu kemanusiaan!

Bagaimana perasaanmu seandainya jadi seorang ibu yang bayinya baru meninggal? Bisakah berpikir? Bagaimana pula perasaan dan pikiran bapak yang baru kehilangan bayinya? Sempatkah berpikir?

Kemarin lusa, (21/9) di RSUD Abdoel Moeloek, Bandar Lampung, seorang ibu pulang menggendong bayinya naik angkot tanpa mendapatkan fasilitas ambulans yang menjadi haknya. Apakah karena ia pasien BPJS? Pihak RS klarifikasi bukan karena sebab pasien BPJS, melainkan karena bapak bayi tidak bisa melengkapi soal administrasi sebelum naik ke ambulans.

Sumber Gambar: tribun

Sekadar Renungan: Bencana Sosial di Sekitarku

Adakah orang yang pekerjaanya merenung? Ya ada. Lalu mereka disebut filsuf. Kalau orang biasa lebih tepat disebut tukang curhat. Bisa jadi curhatan itu sekedar ingin mengeluarkan unek-unek yang tak selesai hanya dengan diceritakan di dalam buku harian. Sebab takkan ada perubahan dalam diri ataupun orang lain. Semua hanya sekedar menjadi kata-kata yang memenuhi lembaran dalam buku. Saya mulai menuangkan pikiran dalam buku harian sejak bisa menulis. Walau isinya cuma kegiatan hari itu di sekolah atau catatan pemasukan uang jajan sebesar Rp 250 beserta pengeluarannya. Semakin bertambah usia, tentu saja isinya berkembang. Bukan sekedar cerita kegiatan seharai-hari, tapi lalu soal-soal yang lebih buat penasaran, misalnya soal kematian: meninggalnya Nenek yang disusul kematian Mama di usia muda. Soal kehidupan: taksir menaksir, dilema memilih pasangan hidup, memilih jurusan kuliah, memilih pekerjaan… semua soal dilema pilihan hidup.

Daun Mati VS Kupu-kupu: Siapa Awam, Siapa Ahli?

The death of expertise* bikin orang awam bersorak! Barangkali inilah satu-satunya buku yang menyenangkan bagi mereka yang tidak dianggap ahli walau berpendidikan tinggi. Sebab keberadaan sosmed, setiap orang dapat menghancurleburkan kembali hipotesa seorang ahli setiap saat. Tidak hanya dalam bidang sosial politik sebagaimana dicontohkan dalam buku ini, prediksi para ahli saat pemilihan presiden AS beberapa waktu yang lalu. Bahkan ilmu keteknikan pun yang jelas-jelas ilmu pasti, setiap saat akan mengalami goncangan dari serangan para awam di berbagai belahan dunia karena pengalaman-pengalaman mereka dalam “realita”.

Sumber Gambar: rumahangin

Peristiwa di Mesjid Al Aqsa: Say No to Israel, Boikot Telkomsel

Mesjid Al Aqsa diperebutkan! Memang sejak lama mesjid suci ini penting bagi umat muslim, Kristen maupun Yahudi. Dari sisi kesejarahan, orang Arab Palestina merasa lebih berhak atas Mesjid Al Aqsa. Sementara itu, pendiri Israel sejak tahun 1948 memang sudah melakukan Yahudinisasi di sekitar Yerusalem Timur termasuk kompleks Mesjid Al Aqsa. Selama dua minggu ini umat muslim berumur kurang dari 50 tahun dilarang melakukan ibadah di mesjid Al Aqsa. Gegara ada peristiwa kematian dua orang polisi yang ditembak mati oleh 3 orang Arab Palestina. Peristiwa ini tidak dianggap sebagai kriminal murni oleh pihak Israel namun dipolitisasi. Sejak saat itu dipasang alat pemindai metal di gerbang masuk kompleks Mesjid Al Aqsa. Serta petugas keamanan bersenjata akan mengawasi siapapun yang masuk mesjid itu. Pada hari Kamis, 27 Juli 2017,  pihak Israel melepas alat pemindai metal dan keamanan bersenjata.  Umat muslim langsung merayakannya dengan sholat Ashar berjamaah. Lalu melakukan sholat Jumat pada 28 Juli 2017. Namun tragis, shalat Jumat itu tiba-tiba saja dibubarkan dengan berondongan senjata, demikian diberitakan Kompas, Sabtu, 29 Juli 2017.

Sumber Gambar news

Telkomsel, Pelayanan Ndeso Mimpi Menjadi Penggerak Ekonomi Dunia Digital

Pernah merasa bosan karena tidak dipercaya? Yeah.. apa karena pernah berbohong sekali dua kali? Bukan berarti jadi pembohong atau penipu atau bahkan penjahaaaatt.. Well.., gara-gara sebuah musibah kecil dalam perjalanan mudik Bandung- Semarang.., harus urus nomerku yang udah dikenal sampai ke luar negeri itu ke Grapari Tel***nyet. Berkata jujur bahwa ini terkait pekerjaan.. eh eh kok masih aja diajukan banyak pertanyaan dan bisa terjawab semuanya tapi masih saja dipersulit.. Hellooooowww… ini tugas Negara looh.. Yup.. bahwa apa yang menjadi masalah pada akhirnya bukan sekedar dokumen apa saja yang harus disiapkan? Tapi masalah jati diri, pekerjaan dan seluruh kehidupanku seolah dipertanyakan. Apa-apaan?! Untungnya pulang ke Jakarta bisa diurus, nomerku kembali lagi..itu pun setelah melalui beberapa tahap “interogasi”.. Padahal Cuma urusan nomer HP tapi prosedurnya melebihi urusin birokrasi perijinan pemerintahan di indonesia yang terkenal paling rumit sedunia . Itupun bukan nomer penjahat looooh…well, ok, kalau tel…nyet berargumen mengenai kerahasiaan dan keakuratan data untuk menjaga privasi pemilik nomer. tapi apakah Tel***nyet tidak paham bahwa SOP atau aturan tidak harus diberlakukan secara kaku? ada yang namanya diskresi. Sehingga tidak ada alasan bila sudah ada jaminan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, logika dan nurani maka tel…nyet harus mengeluarkan diskresi untuk saya. Sungguh kebodohan dan ketidakpedulian  perusahaan ini tergambar dari sikap FOS (Front Office Supervisor) Cabang Semarang saat saya menjelaskan keurgensian nomer itu harus buru-buru diambil. “Ya kalau disalahgunakan.., silakan tuntut saja kami”. Edan. Ingin menyudahi saja urusan dengan provider ini. Namun apa daya.. masa Cuma gara-gara EGO… lalu para klien dan calon klien disana sini jadi kebingungan?!

 

Gagal Paham Soal Pancasila dan Agama

Gelagat gagal paham soal Pancasila dan Agama ditunjukkan Negara dan atau umat Bergama? Seingat saya, Indonesia digambarkan sebagai Negara beraneka keyakinan yang bisa hidup rukun. Cover buku pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) adalah para pemuka agama yang berbeda-beda berdiri sama rata di depan tempat peribadatan masing-masing. Pada saat itu, Pancasila dan agama tidak punya masalah tuh.. Pancasila sebagai dasar Negara menjamin para penganut agama dan kepercayaan untuk beribadat menurut keyakinan masing-masing serta hidup bersama dalam satu wadah yang sama, Indonesia.

Sumber Gambar batamtoday

 

Hadiah Kepada Pejabat Publik, Blessing In Disguise?

Pernah dituduh ber-KKN ria? Pernah dicurigai sebagai bagian dari keluarga koruptor? Saya pernah. Di masa remaja pula. Rasanya? Hm… asoy-asoy asem gitulah. Entah sebab apa tuduhan itu muncul. Sebab kedua orang tua pekerjaannya bukan pengusaha? Itu. Sebab punya rumah besar, kendaraan banyak yang bagus-bagus pada masanya (cuma dua sih)? Bisa jadi itu juga. Sebab hampir seabad berurusan di lembaga yang terkenal korup? Bisa jadi. Lalu, saat saya curhat pada ortu soal tuduhan itu, jawaban mereka bikin adem. Jelasnya, harta itu bukan hasil KKN. Penjelasannya darimana biar itu pertanggungjawaban di akhirat, so pasti halal.  

Sumber Gambar primasusetya

May Day! May Day! Mama Day!

Pada hari buruh yang diperingati setiap 1 Mei, ada tiga tuntutan yang selalu diajukan para buruh karena belum terpenuhi. Tuntutan itu adalah hapus outsourcing dan sistem magang, jaminan sosial pekerja, dan tolak upah murah.

Mama day! May Day! Jika hari buruh menjadi penting bagi para buruh, maka apa pentingnya May Day bagi para ibu rumah tangga? Dapatkah ibu rumah tangga pun menjadi bagian dari May Day ini ataukah ibu rumah tangga tidak dapat disebut sebagai buruh? Mengingat ‘kantornya’ tidaklah semegah gedung-gedung tinggi di ibukota, tidak sepekat pabrik-pabrik, tidak juga sesempit kubik-kubik…

Sebagai ibu rumah tangga baru yang beberapa tahun belakangan tidak lagi menjadi buruh (nguli alias kerja sama orang) dengan harapan ketidakenakan yang biasanya dialami dapat diminimalkan atau hilang sama sekali. Ternyata, pengalaman pribadi hampir empat tahun belakangan ini bekerja sebagai social interest lawyer khusus pengurusan dokumen pun banyak mengalami ketidakenakan ( meskipun lebih banyak enaknya ). Kerja di perusahaan orang lain atau kerja sendiri ternyata masing-masing ada lika likunya, suka dukanya.

Sumber Gambar bantenonline

Soal Kartini (Lagi lagi)

Perdebatan layak atau tidaknya Kartini menjadi Pahlawan Nasional Indonesia ramai di sosmed, bahkan ada message whatsapp yang mempertanyakan status pahlawan itu untuk Indonesia atau Belanda? Lalu membandingkan Kartini dengan tokoh-tokoh perempuan dari daerah lain, misalnya Cut Nyak Dien (Aceh) dan Dewi Sartika (Bandung). Kedua tokoh ini biasanya menjadi pembanding Kartini malah dianggap lebih berjasa bagi perempuan Indonesia karena Cut Nyak Dien anti Belanda, sikapnya tegas. Sedangkan Dewi Sartika punya aksi nyata dengan membangun sekolah Kautamaan Istri dengan biaya pribadi, mengajar selalu on time  setiap jam 6 pagi. Ditunggu murid-muridnya.

Sumber Gambar biografiku