Hujan Hutang
Hujan di hari Minggu membuat suasana menjadi lebih mellow. Apalagi kalau Indonesia baru saja menambah hutang yang dianggap sebagai pinjaman oleh yang terhormat Bapak Presiden. Barangkali kalau hutang perlu dibayar pakai uang, pinjaman bukan pakai uang. Entahlah. Pokoknya menurut Bapak Presiden, hutang dan pinjaman itu sesuatu yang berbeda. Beda tapi tak sama? Barangkali Bapak Presiden punya pikiran yang lebih maju dari kami, rakyat yang cuma tahu Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, kedua bahasa itu dipakai dalam berbagai transaksi yang melibatkan uang atau hutang. Berhubung Bapak Presiden pengusaha sukses yang sudah go international sampai ke U.S, pastinya paham Bahasa Inggris dan tahu dollar. Dalam Bahasa Inggris itu memang ada dua istilah, loan (pinjaman) dan debt (hutang). Memang, kalau pinjam uang dengan hutang uang itu serupa tapi mirip. Pinjam uang belum tentu bunga berbunga. Kalau hutang juga belum tentu bunga berbunga. Entahlah, Bapak Presiden punya tingkat ngeles setingkat dewa yang tak mungkin dipahami oleh kami, rakyat kecil yang tahunya kalau pinjam uang ya harus dikembalikan. Apalagi hutang uang.

