Ibu Rumah Tangga BUKAN Pengangguran Terselubung: Pengurbanan vs PengURBANan

Beberapa hari lalu, sebuah tulisan menarik ditulis oleh seorang ibu rumah tangga diterbitkan koran nasional. Tulisannya berupa tuntutan pada negara untuk lebih menghargai ibu rumah tangga dengan memberikan fasilitas ramah ibu rumah tangga, jam kerja paruh waktu yang sesuai dengan kemampuan ibu rumah tangga dan penghargaan dari negara, bukan sekedar penghargaan sosial agama kemasyarakatan pada peran ibu rumah tangga dalam masyarakat. Harapan seorang ibu rumah tangga ini dimulai dengan hasil riset Litbang Kompas bahwa telah adanya penghargaan pada ibu dari para remaja sekian persen lebih tinggi daripada pada bapak sebagai teman curhat. Meski bapak masih juga diakui sebagai pencari nafkah keluarga yang utama.
