“Ji Long… Who did this to you?” Bercak darah kering masih menempel di leher kanannya, mengaburkan warna bulu-bulu halus menjadi lebih gelap daripada biasanya. Sambil mengomel penasaran, kubersihkan bekas luka dengan rivanol perlahan supaya dia tidak kesakitan. Ji Long hanya diam, sambil menutup mata, dia tepekur mengingat kejadian mengerikan yang baru saja lewat. Tak ada…
Perbincangan soal perempuan mestinya telah lewat sejak Simone de Beauvoir menulis buku filsafat berjudul “The Second Sex” atau sejak Kartini menuliskan surat-suratnya yang kemudian dibukukan menjadi “Habis Gelap, Terbitlah Terang”. Namun jati diri perempuan tak pernah habis untuk dibicarakan, sebab setiap jaman memiliki tantangan dan dinamikanya tersendiri. Kini, kehadiran media sosial menjadikan perempuan kembali mempertanyakan…
Oleh: Ratih Karnelia Feminis= sekuler! Benarkah demikian? beberapa waktu lalu dua buku launching, membahas soal ada kemungkinan pemikiran Feminisme Islam, buku pertama ditulis oleh Profesor Etin Anwar, perempuan SUNDA, kredibilitas dalam dunia akademik tak perlu diragukan lagi. Silakan browsing. Buku kedua karya Lies Marcoes berjudul, “Merebut Tafsir” berisi tulisan-tulisan singkat keseharian namun penuh perenungan soal…
Pasca Pemilu 2019, Presiden Jokowi langsung dapat tantangan dari seorang guru perempuan yang kasusnya menasional gara-gara pelecehan seksual Kepsek di Mataram. Usai kronologi panjang perjuangan Baiq Nuril sebagai tenaga honorer SMAN 7 Mataram (NTB), MA menolak Peninjauan Kembali yang mengakibatkan Baiq Nuril dan kuasa hukumnya mencari alternatif selamat: amnesti presiden. Baca kasus ini, teringat kasus…
Terinspirasi dari celoteh bocah 4 tahun, anak tertuaku tanya-tanya, “ Ma.. kenapa sih mata kita gak putih semua? Kenapa ada itemnya?” Bener juga ya.. kenapa? Lalu kujawab sekenanya inget pelajaran biologi waktu SMP, “Kalau putih semua malah gak bisa liat.. soalnya bisa lihat karena di mata ada itemnya.” Entah puas atau gak dengan jawabanku.., dia udah gak tanya lagi. Malah aku yang jadi kepikiran: “Mengapa mata kita gak diciptakan putih semua saja? Bukannya lebih bersih?” kalau inget pertama kali liat mata bayi baru lahir, meskipun bola mata mereka ada hitam putihnya.., tetep aja keliatan jernih tuh.. dan dipikir-pikir kalau bola mata hitam ada putihnya malah ternyata gak sehat tuh, gejala katarak.
Pada hari buruh yang diperingati setiap 1 Mei, ada tiga tuntutan yang selalu diajukan para buruh karena belum terpenuhi. Tuntutan itu adalah hapus outsourcing dan sistem magang, jaminan sosial pekerja, dan tolak upah murah.
Mama day! May Day! Jika hari buruh menjadi penting bagi para buruh, maka apa pentingnya May Day bagi para ibu rumah tangga? Dapatkah ibu rumah tangga pun menjadi bagian dari May Day ini ataukah ibu rumah tangga tidak dapat disebut sebagai buruh? Mengingat ‘kantornya’ tidaklah semegah gedung-gedung tinggi di ibukota, tidak sepekat pabrik-pabrik, tidak juga sesempit kubik-kubik…
Sebagai ibu rumah tangga baru yang beberapa tahun belakangan tidak lagi menjadi buruh (nguli alias kerja sama orang) dengan harapan ketidakenakan yang biasanya dialami dapat diminimalkan atau hilang sama sekali. Ternyata, pengalaman pribadi hampir empat tahun belakangan ini bekerja sebagai social interest lawyer khusus pengurusan dokumen pun banyak mengalami ketidakenakan ( meskipun lebih banyak enaknya ). Kerja di perusahaan orang lain atau kerja sendiri ternyata masing-masing ada lika likunya, suka dukanya.