Tak disangka, kini saat melihat Bunga Anggrek, akan teringat Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D dan suaminya, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D. Kedua dosen ini bekerja di UGM (Universitas Gajah Mada). Dua Guru Besar yang bukan hanya kolega, melainkan Dua Guru Besar dalam satu atap. Mengapa bunga anggrek? DD Orchids bekerja sama dengan…
Gooooall! Ternyata goal terindah bukanlah goal kemenangan Argentina atas Perancis di Piala Dunia 2022 di Qatar. Bagi mamake, goal terindah di dunia itu adalah goal kemenangan anak dalam sebuah lomba antar kelas di sekolahnya. Terdengar sepele. Namun perjuangan untuk meraih itu bukan hal mudah, mengingat bagaimana dia dulu sewaktu kelas satu. Duh.. rasanya baru kemarin…
It’s been a while. Berkat sebuah artikel berjudul “Belajar Memanusia” oleh Iwan Pranoto (Guru Besar ITB) , mari kita bahas kembali soal kemanusiaan. Soal pendidikan dua rel antara hominisasi dan humanisasi di masa lalu menyebabkan pengajaran tidak berjalan harmonis, seringkali bertolak belakang. Takkan pernah bertemu dalam satu rel: Cukup Menjadi Manusia Saja. Manusia yang mampu…
Pasca Pemilu 2019, Presiden Jokowi langsung dapat tantangan dari seorang guru perempuan yang kasusnya menasional gara-gara pelecehan seksual Kepsek di Mataram. Usai kronologi panjang perjuangan Baiq Nuril sebagai tenaga honorer SMAN 7 Mataram (NTB), MA menolak Peninjauan Kembali yang mengakibatkan Baiq Nuril dan kuasa hukumnya mencari alternatif selamat: amnesti presiden. Baca kasus ini, teringat kasus…
Pada hari buruh yang diperingati setiap 1 Mei, ada tiga tuntutan yang selalu diajukan para buruh karena belum terpenuhi. Tuntutan itu adalah hapus outsourcing dan sistem magang, jaminan sosial pekerja, dan tolak upah murah.
Mama day! May Day! Jika hari buruh menjadi penting bagi para buruh, maka apa pentingnya May Day bagi para ibu rumah tangga? Dapatkah ibu rumah tangga pun menjadi bagian dari May Day ini ataukah ibu rumah tangga tidak dapat disebut sebagai buruh? Mengingat ‘kantornya’ tidaklah semegah gedung-gedung tinggi di ibukota, tidak sepekat pabrik-pabrik, tidak juga sesempit kubik-kubik…
Sebagai ibu rumah tangga baru yang beberapa tahun belakangan tidak lagi menjadi buruh (nguli alias kerja sama orang) dengan harapan ketidakenakan yang biasanya dialami dapat diminimalkan atau hilang sama sekali. Ternyata, pengalaman pribadi hampir empat tahun belakangan ini bekerja sebagai social interest lawyer khusus pengurusan dokumen pun banyak mengalami ketidakenakan ( meskipun lebih banyak enaknya ). Kerja di perusahaan orang lain atau kerja sendiri ternyata masing-masing ada lika likunya, suka dukanya.