FaithCoffee

Ibu, Di Rumah Saja juga Manusia

Bagikan

It’s been a while. Berkat sebuah artikel berjudul “Belajar Memanusia” oleh Iwan Pranoto (Guru Besar ITB) , mari kita bahas kembali soal kemanusiaan. Soal pendidikan dua rel antara hominisasi dan humanisasi di masa lalu menyebabkan pengajaran tidak berjalan harmonis, seringkali bertolak belakang. Takkan pernah bertemu dalam satu rel: Cukup Menjadi Manusia Saja. Manusia yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara lahiriah dan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia dengan terus belajar. Bukan sekedar mengejar kecakapan kerja. Kini, dua rel ini menjadi semakin tersambung tak lagi masing-masing seperti dulu.

But then, muncul berita ini …, Petisi ini.. yang meminta Jeff Bezos untuk tidak kembali ke bumi dari perjalanan wisata angkasanya.

Pro kontra pasti. Bagaimana tidak, bumi sedang diserang virus mematikan, lalu milyuner ini dengan asyiknya “kabur” ke luar angkasa. Wisata angkasa. Pakai roket. Dia pasti mikirnya, “Duit duit gue, mau ngapain juga terserah”, gitu kali ya atau “Makanya kerja keras biar bisa ngehasilin duit sebanyak ini. Kalau miskin itu takdir, buat apa juga gue bantu Kelian Kelian yang kismin.. toh ntar juga mati kena virus”. UPS. Keji gak sih kalo seandainya dia bener-bener mikir gitu. Layaklah netizen bukan sekedar berang. Langsung beringasan bikin petisi biar Pak Bejos ini gak usah kembali ke bumi. Hai ..dengan kekuatan apa kalian melarang si beliau itu? Dengan kekuatan bulan kah? Dia sedang mendekati bulan, saudara…. Lalu kita/ kami/ Lo aja kali (?) Cuma bisa protes bikin petisi? Sounds like a loser? OMG. Dari segi kemanusiaan, manakah yang selayaknya dapat banyak dukungan?

Di satu sisi, manusia mencapai prestasi hingga bisa wisata luar angkasa, walau diwakili oleh seorang milyuner yang foya-foya gak tanggung. Di sisi lain, bumi sedang sekarat. Penghuni bumi terbantai virus atau meninggal karena banyak hal lain. Bejos ini tidak punya empati kali ya? Malah wisata. Padahal kan duitnya bisa buat nolong jutaan orang. Ah ya … Pintar saja tidak cukup. Baik saja tidak cukup. Punya uang banyak masih juga tidak cukup. Akan selalu ada saja orang yang tidak setuju dengan tindakan seseorang.

Nah.. dalam situasi seperti sekarang, di rumah saja lalu melihat berita ini .. apa perlu bercita-cita jadi orang kaya raya biar bisa hindari kematian?! Sementara kematian sudah pasti ada di depan mata. Takkan mungkin dihindari. Ada atau tidak ada Covid 19. Bisa aja Pak Bejos kesandung kakinya pas turun dari roket. Laluuu .. who knows?

Dari bezos kita belajar , kalau pintar dan kaya tak punya empati, maka lebih baik di rumah saja karena kita juga bisa menjadi manusia berguna saat ini di tengah pandemi, stay at home. Namun demikian, yang terbaik tetap berjihad mencari ilmu di sekolah dengan protokol kesehatan ketat agar anak-anak kita menjadi pintar dan bermanfaat. Kalau itu masih berat, biar anak saya saja yang sekolah…Jangan pernah melarang anak saya sekolah!!! (rkk)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *