Kerja: Tertindas atau Terdisiplinkan dengan Merdeka Sebagai Pilihan Mendewasa

25 Februari 2023

Kerja apa yang dianggap sebagai bentuk ketertindasan? Kerja apa yang memerdekakan? Tentu sebagai bangsa dan negara yang pernah dijajah 350 tahun oleh Belanda (dengan berbagai perlawanan dan perang di daerah-daerah hingga akhirnya merdeka secara nasional) dan 3,5 tahun oleh Jepang, tentu bangsa kita sudah berpengalaman dengan ketertindasan serta cara melepaskan diri dari rasa tertindas itu.

Sumber Gambar: Tipe Profesi

Apa indikator ketertindasan?

Secara umum, ketertindasan tak ada kaitannya dengan kedisiplinan. Ditindas dan didisiplinkan seharusnya dua hal yang berbeda. Tertindas berarti manusia kehilangan hak-hak dasarnya sebagai manusia untuk hidup layak. Sementara terdisiplinkan artinya manusia diberitahu soal kewajibannya sebagai konsekuensi untuk mendapatkan hak-haknya untuk hidup layak. Ketertindasan bangsa terjadi saat bangsa itu tidak punya pilihan lain supaya tetap bertahan hidup; tak memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup karena tak dapat menaiki tangga stratifikasi sosial; tak dapat ikut andil dalam pengambilan keputusan penting bagi hidup mereka sendiri dan masa depan anak-anak mereka; tak dapat akses pendidikan yang bagus sesuai standar nasional maupun internasional;  dan kerja yang seolah ditentukan karena ras, suku bangsa, golongan atau agama, bukan karena kemampuan dan kemauan yang kuat untuk maju dan turut memajukan orang-orang lain.

Lalu bagaimanakah kerja yang merdeka dan memerdekakan manusia?

Kerja sebagai pilihan hidup yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, minat, dan bakat. Secara mental membahagiakan; secara finansial tercukupi kebutuhan hidupnya sehingga mampu merencanakan pendidikan dan masa depan anak-anaknya; sebab kerjanya itu kemudian bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, bukan cuma berguna bagi keluarganya saja. Begini saja sebetulnya cukup kan? Namun keberadaan media mainstream dan media sosial yang terlalu berorientasi bisnis, seolah begini saja tidak cukup. Ada banyak capaian yang harus dimiliki, kebanyakan soal material.

Kita sebagai manusia seolah harus terus menengadah ke atas, cuma sedikit tayangan yang mengingatkan untuk menunduk ke bawah. Terlalu menengadah atau menunduk sebetulnya tidak baik bagi kesehatan, menatap jalan ke depan, menghadapi tugas di depan mata lebih baik supaya terjaga kewarasan, fokus pada kehidupan kita sendiri. Harapannya, jika hidup kita mandiri, bisa ikut memandirikan orang lain, minimal anak-anak kita sendiri dulu, kerabat, tetangga, teman, dan pegawai. (ratih)

JANGAN MENYERAH, TETAPLAH MENCARI… (kata-kata anakku)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *