Developed in conjunction with Joomla extensions.

Setiap kisah romansa yang abadi pastilah ada bumbu konflik didalamnya. Romeo & Juliet salah satu yang jadi patokan sebuah kisah asmara. Walau cerita itu fiktif. Ada perebutan cinta. Adu cinta antara cinta keluarga dan cinta pada kekasih. Jadi mari bahasakan konflik dengan kata ‘adu cinta’ saja. Sebab terdengar lebih rasional daripada sekedar konflik yang terkesan rusuh, tak punya tujuan, mulai dari kasak kusuk adu mulut, adu fisik sampai adu strategi. Ya.. adu cinta ini masih berlaku hingga kini. Bahkan lepas dari ranah pribadi menuju ranah publik. Rebut-rebutan harta, tahta dan wanita adalah bukti bahwa manusia ini memang menuhankan cinta, maka adu cinta hadir setiap hari dalam perjalanan hidupnya.

1 Juni, Hari Kesaktian Pancasila. Hari dimana Pancasila menjadi berhala orang Indonesia. Bahwa kelima prinsip dasar bernegara harus dipatuhi, kalau tidak suka, konsekuensinya silakan pilih: pergi ke luar negeri atau diasingkan. Kesaktian Pancasila ini merajai pola pikir orang Indonesia, bahwa kalau tidak mengikuti aturan dasar, bukanlah orang Indonesia.

Pendidikan itu apa, bagaimana dan mengapa ada serta perlu? Saat kejahatan luar biasa seperti pemerkosaan dan pembunuhan sanggup dilakukan oleh makhluk yang menyebut dirinya manusia, pendidikan menjadi seperti ilusi. Manusia sebagai pelaku seperti hanya mengenal bahasa kekerasan, bukan cinta. Guru ibarat ilusionis yang punya trik-trik untuk buat kagum penontonnya, walau trik itu sebenarnya bisa dipelajari semua orang dengan latihan. Lalu murid, apakah seperti benda mati yang menjadi bagian dari ‘permainan’ sang guru? Saat menjadi murid, saat menjadi guru, pemikiran saya masih idealis bahwa pendidikan ada memang untuk kebaikan seorang manusia. Pendidikan memberi aturan bagaimana selayaknya seseorang harus berperilaku, hidup dengan rutinitas dan harmonis dengan sesama manusia. Namun, setelah melihat dan mendengar adanya kasus pemerkosaan dan pembunuhan dilakukan para pelajar, rasanya makna pendidikan itu semakin kabur. Ilusi.

Perempuan di bulan ini, dirayakan dengan cara Kartini berusaha melepaskan diri dari jerat feodalisme. Bahwa perempuan pada masanya tak punya pilihan, sulit terdidik dan harus diam di dalam rumah, terutama pada kalangan perempuan kelas bawah. Persis seperti kondisi sekelompok orang tersandera atau terjebak dalam reruntuhan. Tak dapat keluar dari situasi sulit karena dikendalikan pihak lain serta tak mengetahui kondisi dunia luar. Minta pertolongan pun bukan hal mudah.

Peristiwa yang terjadi di Bengkulu dapat dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa karena pemerkosaan dilakukan oleh 14 orang (12 sudah tertangkap, 2 masih buron) pada anak sekolah berusia 14 tahun. Kondisi korban, Yuyun saat ditemukan sangat mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat, kemaluan dan anus sudah menyatu. Korban ditemukan di lereng curam, 3 hari setelah kejahatan dilakukan.


Indonesia berduka karena berita ini mulai ramai bertepatan Hardiknas walau kejahatan sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Ada empat hal yang patut disoroti terkait kasus Yuyun, yaitu:

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr KH Ma’ruf Amin mengungkapkan, pada tahun 2018 produk asal Indonesia harus sudah tersertifikasi halal dan sedikitnya ada 85 persen jenis produknya.

"Saat ini sudah ada perlindungan Undang-undang (UU) Jaminan Produk Halal yang mengatur, bahkan sudah ada daerah yang menjalankan UU tersebut, yaitu di Bangka Belitung,“ ujar Dr KH Ma'ruf Amin

Sementara itu, Kasubdit Produk Halal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Hj Siti Aminah SAg M.Pd.I memaparkan bahwa Kementerian Agama sedang menyiapkan pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) yang nantinya berwenang untuk memberikan sertifikasi halal secara resmi di Indonesia. Sehingga, ke depannya MUI hanya berfungsi untuk memberikan fatwa halal atau haram.

"Selama ini, MUI yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan sertifikasi halal dan juga mengeluarkan fatwa. Sedangkan label atau logo halal dikeluarkan oleh BPOM. dan BPJH ini diharapkan sudah bisa didirikan pada tahun 2017 mendatang,” pungkasnya.

Sertifikasi halal dimaksud dalam berita ini bukan hanya produk makanan dan minuman saja, tapi juga pakaian dan sepatu. Sebab pernah ditemukan pakaian dan sepatu yang terbuat dari kulit babi.

Bagaimanakah opini para perempuan sebagai ibu-ibu muda menanggapi berita tersebut?

Developed in conjunction with Joomla extensions.