Developed in conjunction with Joomla extensions.

Ironisnya.. peristiwa teror dan bom terjadi di bulan Mei. Bulannya peringatan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Lantas.. menjadi pertanyaan mendasar saat ini: apa harapan dari sebuah lembaga pendidikan (keluarga dan sekolah)? 

Pertanyaan ini mudah saja jawabnya tapi mungkin ada banyak versi atas dasar pengalaman orang yang berbeda-beda. Ada yang berpendapat bahwa pendidikan terbukti berhasil suatu saat nanti bila anak-anak dewasa bisa mandiri memenuhi kebutuhan hidupnya, mampu bersosialisasi dengan baik, atau memiliki banyak materi sebagai indikator sukses. Nah.. pelaku teror dan bom umumnya terbukti memiliki hampir seluruh kriteria berhasil sebuah lembaga pendidikan. Namun mengapa justru memilih untuk melakukan bom bunuh diri? 
 

Hiks! 

Kopi itu pahiiiit, Jendral!
Faith Coffee itu pahiiiittt..

Yup. Orang ke mesjid disiram air keras. Orang ke gereja dibom. Peristiwa di Mako Brimob. Peristiwa pengeboman tiga gereja di Surabaya. Suasana gelap. Hitam. Ngeri. Sedang terjadi didalam negeri.


Sumber Gambar: belimitless

Ada jembatan terbaru di Jayapura buatan PT Pal Indonesia sepanjang 732 meter. Alhamdulillah Indonesiaku maju bila jembatan menjadi indikator kemajuan itu.

Jadi teringat berjalan di jembatan gantung di Slabing, Kutai Timur, Kaltim. Rasanya luar biasa.... ngeri-ngeri menghibur karena sambil berjalan tubuh njot-njotan.. takut jatuh ke bawah sungai yang dalamnya tak pernah diukur.. apalagi kalau banjir.. jembatan gantung terendam air dalam.. bahkan pijakan jembatan tak terlihat. Saat aku dengan antusias senang melewati jembatan gantung.., salah seorang warga desa terdengar tersinggung, "Kami malu punya jembatan begini.. kalau mau lewat saja jembatan baru yang lebih besar bisa dilewati mobil di sebelah sana.. dibuat dari pondasi, beraspal.. kokoh".. Kurang lebih begitulah penuturannya. Jembatan baru itu jadi kebanggaan warga desa, dibangun oleh salah satu perusahaan tambang setempat (infonya bukan pemerintah yang bangun).

Jembatan

Lokasi Nehas Liah Bing, Kutai Timur, Kalimantan Timur

Foto diambil Juni 2011

Mengapa Gubernur Jakarta baru mengeluarkan surat edaran yang (dianggap) konyol?

Kepada Yth.

1. Kepala Dinas Pendidikan

2. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya

3. Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual.

Pada hari Rabu, 31 Januari 2018, akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) di wilayah Jakarta yang bertepatan dengan fenomena Supermoon dan Blue Moon. Awal GBT diperkirakan terjadi pukul 19.51 WIB, dengan puncaknya pada pukul 20.29 WIB, dan berakhir pada pukul 21.07 WIB. Terkait dengan fenomena tersebut, harap lakukan hal-hal berikut:

1. Kadisdik, harap menyebarkan edaran kepada sekolah-sekolah berisi informasi tentang fenomena gerhana bulan disertai dengan himbauan kepada guru untuk menjadikan fenomena ini sebagai media pembelajaran dan mendorong minat siswa mempelajari sains, serta mensyukuri anugerah dan mengagumi kebesaran Tuhan.

2. Kadisparbud, harap menyiapkan fasilitas dan dukungan di tempat-tempat wisata di bawah pengelolaan Pemprov yang dapat dljadlkan titik pengamatan gerhana bulan bagi warga Jakarta

3. Kabiro Dikmental, harap menyebarkan edaran kepada masjid-masjid berisi informasi tentang fenomena gerhana bulan disertai ajakan dan panduan untuk menunaikan shalat gerhana secara syar'i.

Terima kasih

Anies Baswedan

Actually.. surat edaran itu tidaklah konyol bagi para penganut Islam. Malah keberadaan pemimpin Islam seperti itulah yang diharapkan keberadaannya untuk mengakomodir 'kebijakan konyol' bagi para penganut sekuler liberal. Bagi umat muslim, hidup bukan sekedar mengurusi hal-hal yang sifatnya material semata, tapi juga spiritual. Fenomena alam super blue bloodmoon akhir bulan Januari lalu adalah sebuah fenomena keagungan Sang Pencipta, Allah SWT yang langka kemunculannya. Bagi kaum relijius.. hal tersebut adalah sebuah cara untuk mengagumi, mengakui keberadaan Sang Pencipta melalui fenomena alam yang terjadi. 

Sumber Gambar: solopos

Tahun 2017 bersinar terang untuk para perempuan Indonesia. Sebab srikandi Indonesia mendapatkan penghargaan internasional:

Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri mendapatkan penghargaan di sela-sela sidang tahunan PBB ke 72. Ia menerima penghargaan Agen Perubahan Untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari Badan PBB Urusan Perempuan (UN Women). Menurut siaran pers Kemenlu, penghargaan itu diberikan sebagai pengakuan atas upaya yang telah dilakukan Menlu Retno khususnya untuk memajukan agenda bagi Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan juga dalam menangani isu-isu global melalui kemanusiaan dan diplomasi damai. Pada tanggal 21 September 2017 terutama karena usaha diplomatiknya pada isu Rohingya di Myanmar. 

Hal ini selayaknya menjadi kebanggaan perempuan Indonesia dan pemicu semangat perempuan Indonesia lain untuk terus berbuat demi kebaikan sesama umat manusia sekalipun mereka di belahan bumi lain. 

Sumber Gambar pixabay

Developed in conjunction with Joomla extensions.