Developed in conjunction with Joomla extensions.

Suara Kamu diperoleh tim SPI melalui interview by BBM dan whatsapp dikarenakan beberapa informan adalah WNI yang sedang tinggal di luar negeri. Apakah mereka masih ingat Indonesia? Hal apakah yang paling diingat bila sedang berada di luar negeri? Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, siapakah sosok yang pantas disebut pahlawan? Apa harapan untuk masa depan Indonesia? Demikian pertanyaan yang kami ajukan pada para perempuan muda kisaran usia 20- 35 tahun. Bagi para perempuan yang masih tinggal di Indonesia, mereka yang diwawancara berkecimpung di seputar dunia pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

 

Berikut kutipannya:

Bella (UNIC)

0811-9119-XXX

Yang paling diinget tentang Indonesia kalau saya lagi di luar negeri adalah orangnya pada sabar, gak buru-buru, gak gampang marah-marah. Selain itu orang Indonesia juga lebih ramah dan peduli satu sama lain. Di luar, terutama di negara maju, orang cenderung lebih individualis dan maunya apa-apa serba cepat.

Sosok perempuan yang pantas disebut pahlawan menurut saya, Susi Pudjiastuti mengesankan karena berani mendobrak stereotip dan membuat perubahan besar-besaran walaupun diancam kanan kiri.

Yohana Yembise juga luar biasa karena telah membuktikan bahwa perempuan dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) juga bisa berprestasi dan memimpin sebagai menteri. Selain tokoh-tokoh itu, di masyarakat juga banyak perempuan-perempuan hebat yang kurang diekspos, contohnya Shinta Lona dari Desa Sulamu di NTT. Beliau awalnya adalah seorang nelayan sederhana, namun kemudian berhasil memajukan ekonomi desa beliau dengan mengajak perempuan dan pemuda bersama-sama memproduksi pilus dari rumput laut. Saat ini kapasitas produksi mereka telah mencapai 200 kg/ minggu. Shinta dianggap sebagai salah satu tokoh yang paling berjasa untuk pertanian dan agrikultur Indonesia. Beliau baru mendapatkan medali penghargaan dari FAO.

Harapan untuk Indonesia di masa depan adalah supaya suara perempuan dan kaum muda lebih didengar. Sekarang ini sudah semakin banya gerakan, kegiatan, dan program yang memberdayakan perempuan dan pemuda, tapi pada praktiknya hanya diterapkan dalam jangka waktu tertentu saja. Setelah gerakan, kegiatan, atau program tersebut selesai, orang cenderung “lupa”

Maesa (Abu Dhabi)

9715-0921-XXXX

“Hal yang paling diingat kalau sedang di luar negeri itu makanan, alam dan musimnya. Kalau hal buruk pasti ada, saya optimis Indonesia bisa maju ke arah itu. Misalnya pendidikan.

Sosok pahlawan perempuan Indonesia, tentu saja Kartini karena menurut saya dia hebat. Untuk perempuan yang hidup pada jamannya dengan pola pemikiran seperti itu, dia bisa merubah sesuatu dengan menumpahkannya dalam tulisan. Dia mungkin salah satu pionir pendidikan wanita Indonesia. Kalau pahlawan untuk jaman sekarang, menurut saya orang seperti Butet Manurung yang rela sampai ke hutan untuk mengajar anak-anak Rimba.

Harapan saya buat Indonesia tentunya Indonesia bisa lebih sadar akan pentingnya pendidikan untuk warga negaranya, juga lebih peduli dengan alam.”

Veronica (Australia)

61-415-272-XXX

“Hal yang paling diingat jika sedang di luar negeri adalah keramahan, senyum, mau membantu serta kesopanan orang Indonesia yang tidak terlupakan.

Menurut saya yang pantas disebut pahlawan adalah Presiden Ir. Soekarno karena berkat beliau bangsa Indonesia bisa merdeka dari penjajahan Belanda.

Kalau perempuan R.A Kartini. Berkat beliau derajat wanita bisa lebih tinggi karena berpendidikan tinggi sehingga lebih dihargai.

Harapan saya untuk Indonesia supaya pemerintah Indonesia bisa lebih adil dan lebih membantu rakyat yang tidak mampu dengan memberikan subsidi dalam bidang perekonomian dan yan tidak punya pekerjaan bisa dibantu mendapatkan pekerjaan sehingga keamanan di Indonesia lebih terjamin dan mengurangi angka kriminal. Mudah-mudahan negara Indonesia semakin aman, tentram dan maju. Harapan untuk perempuan Indonesia supaya lebih sopan, ramah, patuh dan lebih menjaga harga diri dari pergaulan bebas.”

Jasminia (Jakarta)

0896-0684-XXXX

“Menurutku pahlawan itu adalah sosok yang harus memiliki jiwa humble dengan dedikasi yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang berimpact positif , yang mempunyai pemikiran joy in sacrifice, karena dengan itu dia menjadi sosok yang tanpa pamrih. Pahlawan itu ayah dan ibuku. Automatically yang terfikir itu.”

Diena (Always Listening Always Understanding)

0813-9411-XXX

“Pahlawan itu yang mengabdi kepada negara dan bangsa. Ibu Susi Pudjiastuti. Ibu Susi menggunakan kemampuannya semaksimal mungkin demi kemajuan Indonesia, khususnya bidang kelautan. Agar jadi negara maritim yang disegani.”

Anonim (Surabaya)

0853-3430-XXXX

“Sosok yang pantas disebut pahlawan adalah orang yang sudah berbuat banyak untuk negaranya. Baik itu dalam pembangunan ekonomi, pendidikan dan bidang-bidang lainnya dalam jangka waktu yang lama karena saat ini yang lebih populer di Indonesia adalah polemik pahlawan antara Soeharto dan Gus Dur. Saya cenderung memilih Pak Harto sebagai pahlawan, walaupun di sisi lain beliau punya kesalahan. Namun jangan dilupakan Pak Harto dengan program Repelita, jangka pendek dan jangka panjang telah membuat Indonesia menjadi negara yang swasembada pangan termasuk menjadi Macan Asia. Sedangkan Gus Dur (nuwun sewu) saya merasa beliau masih belum layak karena kiprah nyata beliau masih belum begitu kelihatan dalam memajukan Indonesia.”

Rikhah (Majelis Ta’lim Ar Rahman, Bogor)

30B9CXXX

Sosok yang disebut pahlawan pada jaman sekarang yaitu orang-orang yang dengan ikhlas, gigih & serius mau membangun daerahnya sendiri serta berusaha untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di daerah terpencil padahal mereka sendiri hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki modal apapun. Pahlawan yang namanya tidak kita kenal dan tidak berharap untuk terkenal, namun mereka sudah berbuat banyak untuk bangsanya.

Harapan buat Indonesia agar lebih maju lebih merata terutama dalam bidang pendidikan, pemerataan pembangunan dari segi tata kotanya agar bisa lebih teratur sehingga bisa mengatasi kemacetan dan kebanjiran. Pemerintah bisa dengan tegas memberantas Korupsi Kolusi Nepotisme, Narkoba dan Kriminalitas.”

   

 

Developed in conjunction with Joomla extensions.