Developed in conjunction with Joomla extensions.

Sumber Gambar: Galamedia

Ita R. Darwis, Bogor

0813-2213-XXXX

“Saya mengutuk tragedi Paris sama seperti saya mengutuk tragedi-tragedi kemanusiaan lainnya yang terjadi di negara manapun. Hanya saja, saya merasa peristiwa ini akan menjadi 11/13 bagi Perancis sama halnya dengan 9/11 bagi Amerika. Artinya, kita akan disuguhkan episode terbaru dari Serial Drama 'Islamophobia' yang semakin gencar tayang di media-media mainstream.

Hal ini akan berulang - entah mengapa saya yakin - meski di negara mana saya tidak tahu, dan ini menyadarkan saya betapa berat upaya kita para muslim nantinya demi menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama yang menganjurkan kekerasan, apalagi menghalalkan pembunuhan. No, terrorism has no religion. Siapapun pelaku terorisme sejatinya tidak mewakili agama dan ras apapun.
Saya berduka untuk Paris, seperti saya berduka untuk Beirut, untuk Baghdad, untuk Afghanistan, terlebih untuk Suriah dan Palestina di mana bom, tembakan dan hilangnya nyawa sudah menjadi keseharian mereka. Namun saya lebih berduka untuk para muslim yang masih hidup di negara-negara Eropa, yang akan menanggung prasangka atas keislaman mereka, yang telah menerima berbagai bentuk larangan hanya karena hijab yang mereka kenakan, atau yang dicap 'patut diwaspadai' karena jenggotnya. Semoga siapapun kita, apapun agama kita, bisa tetap sepakat bahwa terorisme tidak mewakili agama atau ras apapun."

 

Resti, Bandung Selatan

53E79XXX

Pertama, Islam kan semakin berkembang di Eropa, Perancis khususnya. Kemungkinan, dalam beberapa tahun mendatang, jumlah warga negara Perancis yang beragama Islam akan meningkat. Kedua, keinginan negara Amerika dan sekutu untuk menguasai minyak di negara-negara yang notabene muslim. Biar ada alasan menguasai minyaknya. Ketiga, mungkin sudah masuk perang akhir jaman. Jadi perlu ada pandangan negatif terhadap muslim (disebut teroris) biar keinginan mereka tercapai dengan lebih mudah. Pembentukan pandangan negatif ini perlu agar Islam tak dibantu lalu hancur.

Muslim sekarang harus cerdas agar tak mudah digiring pada pandangan negatif yang ada pada media dibawah kekuasaan barat. Pelajari masalah dari berbagai sudut pandang, termasuk sejarah. Sebagai muslim harus tunjukkan bahwa kita bukan teroris. Untungnya sekarang ada social media, jadi harus dimanfaatkan maksimal sebagai media pengimbang. Sebenarnya, orang Eropa sendiri sudah muak dengan perang teroris. Mereka semakin sadar bahwa Islam tidak sama dengan teroris

Saya tidak khawatir dengan kemungkinan teror di dalam negeri karena Indonesia negara plural, jadi ekstrimis sulit berkembang. Aparat harus menjalankan fungsinya dengan benar. Cuma harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kemarin saja ada bom di Alam Sutra, pelakunya bukan muslim tidak disebut teroris. Padahal pelaku juga menebar ketakutan sama seperti teroris”.

 

Nurul, Bekasi

0812-8465-XXXX

“Peristiwa di Perancis adalah upaya untuk mendiskreditkan Islam. Kalau menurutku pribadi, karena umat Islam adalah yang paling mudah dipecah belah. Sejak lama kita tahu, kejayaan Islam itu mampu menaklukkan dunia. Ada agenda barat yang ingin menaklukkan timur, menurutku karena kekayaan bumi timur luar biasa, kekayaan yang tak dimiliki barat.

Terduga teroris kan ISIS, akan ada alasan untuk menghancurkan tempat ISIS bercokol. Kurang lebih samalah dengan yang pernah terjadi dengan Irak.

Kekhawatiran teror di dalam negeri, karena kita sudah sering lihat bendera ISIS dikibarkan saat pawai yang kadang melibatkan ormas tertentu.

Solusinya, kalau aku melihatnya, justru harus ada pendidikan sejak dini lagi buat generasi penerus. Semacam PMP dulu. Sehingga anak bangsa ini bisa tumbuh kecintaan terhadap negrinya sendiri. Setidaknya, apa yg sudah terlanjur tercoreng, ada oposisinya

Teror di negri kita sesungguhnya kan sudah terjadi, dengan adanya diskriminasi dalam kebebasan menjalankan ibadah. Perbedaan paham dan pendapat sedikit saja bisa berujung perang antar kubu, antar suku. Bangsa ini semakin terpecah belah. Harusnya ada ulama yang mampu menentramkan karena aparat keamanan pun terkadang punya misi tertentu, misalnya pesanan dari pihak lain”.

 

Yuni, Bandung Utara

5231DXXX

Islam itu rahmatan lil ‘alamin (membawa rahmat bagi seluruh alam, seluruh manusia), jadi kasih sayang Islam bukan hanya untuk umat Islam saja, tapi untuk seluruh umat manusia yang ada di dunia. Oleh karena itu, musuh-musuh Islam semakin kini semakin gencar mengadu domba dan memfitnah umat Islam. Seolah-olah semua kekacauan itu dilakukan oleh orang Islam. Syi’ah dan ISIS yang notabene bentukan Israel dan Amerika, mereka kini semakin gencar ingin mengancurkan Islam, “teroris” yang merupakan bentukan Syi’ah dan ISIS , dunia menyamaratakan dengan Islam padahal bukan sama sekali. Coba kita lihat di Palestina atau Afganistan misalnya, umat Islam disana sudah berpuluh-puluh tahun ditindas, diperangi oleh kaum Yahudi (yang didalamnya ada ISIS dan Syi’ah tentunya), ini membuktikan bahwa teroris itu bukan Islam. Justru Islam pun ditindas oleh kaum teroris yang mengatasnamakan Islam”.

 

Veronica, Australia

61-415-272-XXX

“Saya sangat prihatin dan sedih karena orang yang tidak bersalah menjadi sasaran teroris dan kita ketahui bahwa Perancis adalah negara yang terkenal sebagai tempat tourist. Semoga negara Perancis menjadi tabah dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapinya. Untuk ISIS saya harap bisa mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa”.

Developed in conjunction with Joomla extensions.